metode farmakologi 6
Dengue atau biasa kita kenal dengan DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi dari virus gigitan nyamuk Aedes aegypti,sehingga diperlukannya suatu pengujian invitro agar dapat menemukan pengobatan herbal salah satunya untuk penyakit dengue ini.Salah satu metodenya yaitu metode cross-sectional dengan melakukan beberapa uji sehingga dapat dilihat perkembangbiakan dari virus nyamuk tersebut,sebagai subjek yang digunakan dalam pengujian invitro ini yaitu larva aedes aegypti serta objeknya dala ekstrak dari daun legundi.
link video materi metode farmakologi pertemuan 6 " metode pengujian antidengue secara invitro"
pada video dijelaskan bahwa uji yang dilakukan dengan metode cross-sectional dimana pada metode tersebut dilakukan uji pendahuluan mengenai ekstrak , lalu uji mortilitas, lalu langsung di lakukan uji larvisida dimana menggunakan cmc, apakah sudah sesuai indeks selektivitas ekstrak pada pengujian pendahuluan untuk mengetahui konsentrasi efektif dan sitotoksik ?
BalasHapusDilihat dari nilai lc50 serta LC90, membandingkan keduanya. Semakin rendah nilai tersebut maka zat yang di dalamnya mempunyai aktivitas yang lebih tinggi dalam membunuh hewan uji.Pada ekstrak daun Legundi didapatkan Lc50 0,169% dan 1,78% dan hasil ini bisa dikatakan mampu membunuh 50% atau bahkan 90% larva aedes aegypti
Hapuspada pengujian anti dengue secara invitro dengan metode cross-sectional bagaimana proses pemeliharaan virus dan sel sebagai objek dan subjek kita dalam pengujian anti dengue ?
BalasHapusdidalam pengujian invitro antidengue ini menggunakan larva aedes aegypti sebagai subjeknya,pemeliharaannya Larva Ae. aegypti dari rumah penduduk dipelihara
Hapusdi Insektarium hingga keturunan . Selain itu, dilakukan pemeliharaan larva Ae. aegypti di Laboratorium, sebagai pembanding. Pemeliharaan larva yaitu dengan Larva dimasukkan ke dalam wadah yang berisi air jernih 1.500 mL sebanyak
1000 ekor. Kemudian dimasukkan pakan larva berupa dog food sebanyak 0,5 mg. Larva dipelihara pada suhu ruangan 25±10C dan kelembaban 70±2% .Lalu pemeliharan objek,objek disini yaitu ekstrak dari daun legundi,dilihat dari objeknya,pemeliharaan nya mungkin tidak ada,dikarenakan ekstrak atau daun yang digunakan itu langsung di proses setelah proses pengambilan.
pada video dijelaskan proses uji larvisida menggunakan air sumur,cmc, dan ekstrak tanaman, lalu di anlaisis untuk mortilitas larva nya bagaimana uji tersebut bisa dikatakan efektif dan parameter nya dilihat dari mana ?
BalasHapusMortalitas lava maksudnya pengujian yang setelah ekstraknya itu jadi, sehingga nantinya dilakukan uji mortilitas atau uji langsung ke larva aedes aegypti yang mana ketika dikatakan efektif atau parameter yang dilihat itu adalah dari perkembangan larva Aedes aegy tersebut, apakah dia berkembang sama seperti sebelum diberikan ekstrak dan Legundi atau tidak
Hapus