Dari video diatas anda membahas mengenai pengujian LDH secara in vitro, Lalu Bagaimana prosedur dalam pengujian LDH secara in vitro dilakukan dalam pengembangan obat baru?
Prosedur dalam pengujian LDH secara in Vitro dalam pengembangan obat baru yaitu melibatkan senyawa aktif pada tanaman. Nah beberapa obat itu bersumber dari tanaman, dan pada saat uji LDH ini kita juga melibatkan tanaman sebagai kunci dari pengamatan bakteri /plasmodium yang kita amati, ekstrak dari tanaman kita taruh ke media plasmodium,ketika senyawa aktif tanaman tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri atau parasit malaria maka tanaman itu dapat kita jadikan sebagai obat baru antimalaria yang bisa dikatakan sebagai pengembangan obat baru
Jadi dapat dikatakan pada pengujian LDH secara in vitro dalam pengembangan obat baru itu fokus nya yaitu senyawa aktif yang terdapat pada suatu tanaman itu sendiri, dimana senyawa didalam tumbuhan tersebut dapat dijadikan sebagai pengobatan pada suatu penyakit. Pada pengujian in vitro dengan LDH ini, mengapa menggunakan darah sebagai nutrienya?
darah digunakan sebagai nutrien karena untuk perkembangan bakteri plasmodium didalam medianya,ketika pengujian invitro,bakteri harus tumbuh agar nanti dapat melihat penghambatannya,nah darah inilah yang digunakan untuk energi bakteri agar tetap tumbuh pada medianya sebelum dimasukan senyawa aktif.Karena pada dasarnya penyakit malaria itu terjadi karena pertumbuhan plasmodium didalam eritrosit tubuh sehingga menimbulkan penyakit malaria.
Dari penjelasan yang telah saudari jabarkan, disimpulkan bahwa penggunaan darah sebagai nutrien yaitu guna sebagai perkembangan pada bakteri didalam medianya dan juga sebagai energi agar tetap tumbuh. Nah apabila bakteri tumbuh kita akan dapat megetahui perkembangannya. Tentu saja hal ini dapat dijadikan pengamatan untuk mendapatkan solusi dalam penyakit malaria dengan mengunakan pengujian LDH secara in vitro ini.
Untuk parameter yang perlu diperhatikan dalam mendapatkan keberhasilan pengujian LDH ini Diantaranya yaitu tumbuh kembang dari parasit malaria, itulah digunakan tadi nutrien sebagai pemicu agar bakteri tadi dapat tumbuh, hal ini digunakan agar nanti saat pengamatan dapat dilihat apakah bakteri itu tetap tumbuh atau tidak. Dan yang kedua adalah senyawa aktif yang digunakan, ketika kita menggunakan tanaman yang mengandung senyawa alkaloid dengan konsentrasi yang tepat pada saat kita pengerjaannya maka dapat dilihat apakah bakteri tersebut dapat terhambat pertumbuhannya.
kelarutan suatu obat merupakan penentu dari tercapainya bioavailabilitas obat untuk memberikan efek.Karena jika kelarutan baik,maka absorbsi obat juga akan lancar.Kelarutan berhubungan dengan stuktur,dikarenakan untuk mencapai suatu kelarutan bisa dengan memodifikasi stuktur kimia obat melalui pendekatan prodrug ( calon obat). lini video materi kimia medisinal pertemuan 13 " Hubungan Struktur dan kelarutan dengan aktivitas obat " https://youtu.be/a0KqOMc9I_M
Antibiotik merupakan jenis obat untuk mengatasi dan mencegah penyakit infeksi. bakteri pneumonia adalah penyakit peradangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri salah satunya adalah klebsiella pneumoniae. Reseptor dari penyakit ini adalah pada paru-paru. Obat yang biasa digunakan adalah amoxicillin, kloramfenikol,dll. Setelah dilakukan uji potensi terhadap obat amoxicilin dan kloramfenikol didapatkan bahwa pada penyakit ini amoxicilin telah resistensi terhadap penyakit ini. Link video Metode Farmakologi pertemuan 4 " prinsip dasar metode pengujian antibiotik secara mikrobiologi" https://youtu.be/_v1UodJeyOk
Teripang merupakan biota laut yang akan diujicobakan terhadap jamur candida albicans untuk meliat penghambatannya,teripang diektraksikan dan difraksinasi untuk mendapatkan fraksi.Fraksi tersebut akan di uji terhadap jamur candida albicans,hingga diperoleh fraksi dengan daya hambat yang terbesar.Fraksi yang terpiloh akan diuji dengan konsentrasi yang berbeda untuk melihat penghambatan yang terbaik,serta akan diuji sifatnya yang meliputi fungistatik dan fungisidal link video materi pertemuan 15 https://youtu.be/-OoZAQv3lwM
Dari video diatas anda membahas mengenai pengujian LDH secara in vitro, Lalu Bagaimana prosedur dalam pengujian LDH secara in vitro dilakukan dalam pengembangan obat baru?
BalasHapusProsedur dalam pengujian LDH secara in Vitro dalam pengembangan obat baru yaitu melibatkan senyawa aktif pada tanaman. Nah beberapa obat itu bersumber dari tanaman, dan pada saat uji LDH ini kita juga melibatkan tanaman sebagai kunci dari pengamatan bakteri /plasmodium yang kita amati, ekstrak dari tanaman kita taruh ke media plasmodium,ketika senyawa aktif tanaman tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri atau parasit malaria maka tanaman itu dapat kita jadikan sebagai obat baru antimalaria yang bisa dikatakan sebagai pengembangan obat baru
HapusJadi dapat dikatakan pada pengujian LDH secara in vitro dalam pengembangan obat baru itu fokus nya yaitu senyawa aktif yang terdapat pada suatu tanaman itu sendiri, dimana senyawa didalam tumbuhan tersebut dapat dijadikan sebagai pengobatan pada suatu penyakit. Pada pengujian in vitro dengan LDH ini, mengapa menggunakan darah sebagai nutrienya?
Hapusdarah digunakan sebagai nutrien karena untuk perkembangan bakteri plasmodium didalam medianya,ketika pengujian invitro,bakteri harus tumbuh agar nanti dapat melihat penghambatannya,nah darah inilah yang digunakan untuk energi bakteri agar tetap tumbuh pada medianya sebelum dimasukan senyawa aktif.Karena pada dasarnya penyakit malaria itu terjadi karena pertumbuhan plasmodium didalam eritrosit tubuh sehingga menimbulkan penyakit malaria.
HapusDari penjelasan yang telah saudari jabarkan, disimpulkan bahwa penggunaan darah sebagai nutrien yaitu guna sebagai perkembangan pada bakteri didalam medianya dan juga sebagai energi agar tetap tumbuh. Nah apabila bakteri tumbuh kita akan dapat megetahui perkembangannya. Tentu saja hal ini dapat dijadikan pengamatan untuk mendapatkan solusi dalam penyakit malaria dengan mengunakan pengujian LDH secara in vitro ini.
HapusUntuk parameter yang perlu diperhatikan dalam mendapatkan keberhasilan pengujian LDH ini
BalasHapusDiantaranya yaitu tumbuh kembang dari parasit malaria, itulah digunakan tadi nutrien sebagai pemicu agar bakteri tadi dapat tumbuh, hal ini digunakan agar nanti saat pengamatan dapat dilihat apakah bakteri itu tetap tumbuh atau tidak.
Dan yang kedua adalah senyawa aktif yang digunakan, ketika kita menggunakan tanaman yang mengandung senyawa alkaloid dengan konsentrasi yang tepat pada saat kita pengerjaannya maka dapat dilihat apakah bakteri tersebut dapat terhambat pertumbuhannya.