Kimia Medisinal 2
Link Youtube materi pertemuan kedua " Metabolisme obat didalam tubuh"
Perjalanan obat di dalam tubuh itu meliputi 4 fase yang kita ketahui itu ada absorpsi,distribusi, metabolisme ,dan eliminasi.Metabolisme merupakan penguraian agar dapat diserap dengan baik oleh tubuh serta dapat memberikan efek penyembuhan. Proses penguraian atau metabolisme obat dalam tubuh secara kimia merupakan pengubahan struktur kimia agar lebih polar supaya mudah diekskresikan oleh tubuh yang meliputi fase 1 oksidasi,reduksi,hidrolisis dan fase 2 salah satunya adalah konjugasi.
Pada reaksi fase 1 yang terjadi saat metabolisme, umumnya obat menjadi inaktif, sehingga biotransformasi sangat berperan dalam mengakhiri kerja obat. tetapi, Berdasarkan literatur yang saya baca tidak semua obat akan mengalami hal tersebut, ada obat yang metabolitnya sama aktif, lebih aktif atau lebih toksik, contohnya Diazepam. Pada kondisi riskan adanya gejala toksisitas seperti kondisi di atas, bagaimana obat harus di buat sedemikian rupa agar membuat senyawa obat tetap inaktif saat terjadi proses metabolisme?
BalasHapussebelumnya ,obat inaktif adalah obat yang mengandung zat yang bermaksud tidak untuk menyembuhkan jadi zat itulah yang akan diekskresikan nantinya sedangkan zat yang aktif yang tinggal yang akan digunakan untuk target penyembuhan.
HapusMungkin maksud dari pertanyaannya, bagaimana obat dibuat sedemikian rupa agar membuat senyawa obat itu tetap aktif saat terjadi proses metabolisme
Iya benar, ada obat yang metabolitnya sama aktif ,lebih aktif, atau bahkan kurang aktif jadi bukan lebih toksik,kurang aktif maksudnya di sini mungkin saja karena dosis tidak sesuai atau tepat pemakaiannya belum sesuai sehingga banyak zat yang diekresikan dari pada digunakan.
untuk membuat sedemikian rupa obat agar membuat senyawa obat itu tetap aktif saat terjadi proses metabolisme ,nah Itulah pentingnya proses metabolisme untuk membuat obat itu menjadi aktif yang akan digunakan pada saat mencapai target pengobatan. Karena pada saat membuat suatu obat itu pasti akan terkontaminasi dengan senyawa xenobiotik, senyawa xenobiotik atau senyawa asing itu bisa terdapat pada saat pengerjaan pembuatan obatnya.
Jadi bisa dikatakan bahwasannya pada saat perancangan obat itu tidak bisa kita katakan sudah aktif semua zat saat metabolisme,karena nantinya ada beberapa senyawa dalam obat tersebut yang terkontaminasi dg senyawa asing dari luar,sehingga diperlukan metabolisme,aktif tidaknya obat dilihat saat proses metabolisme.
pertanyaan saya diatas sebenarnya mengacu pada modifikasi prodrug, dimana Prodrug merupakan molekul yang tidak aktif secara farmakologi yang membutuhkan transformasi enzimatik dan atau kimia untuk melepaskan senyawa bentuk aktif dalam tubuh sebelum memberikan efek terapi. Nah, pada saat terjadi biotrasformasi atau metabolisme, ada obat yang merupakan calon obat (prodrug) justru diaktifkan oleh enzim biotransformasi, lalu dari kejadian tersebut apakah memungkinkan bahwa prodrug yang misalnya secara tidak terduga teraktifkan justru akan memberikan efek toksik?
Hapustentu tidak,karena nantinya akan mengalami biotransformasi lagi atau diekskresi sehingga kerjanya berakhir,atau efek toksiknya hilang setelah dimetabolisme lebih lanjut lagi.itu lah maksud dari prodrug diaktifkan oleh enzim biotransformasi untuk mengurangi bahkan seminimal mungkin tidak ada efek toksik.
Hapusjika membandingkan antara obat yang bisa segera di akhiri kerja nya untuk kemudian dieksresikan dengan obat yag butuh 2 kali metabolisme untuk bisa benar benar dihentikan kerja nya dan kemudian di eksresikan, apakah ada pengaruh dari kinerja obat itu sendiri dalam memberikan efek terapeutik yang diinginkan? atau justru ada modifikasi secara kimiawi dalam proses formulasi obat tersebut yang memungkinkan obat menjadi lebih cepat termetabolisme secara sempurna?
HapusAda modifikasi secara kimiawi dalam proses formulasi obat agar memungkinkan obat dapat cepat termetabolisme,
HapusModifikasi kimiawi pada saat kita memformulasikan yaitu salah satunya dengan kompleksasi.
Kompleksasi ini terjadi nantinya karena pada saat formulasi / membuat suatu sediaan obat, menggunakan gabungan dua senyawa yakni senyawa obat dan senyawa pembawa seperti contohnya senyawa siklodekstrin yang sebagai zat pengompleks yang digunakan untuk meningkatkan kelarutan obat sehingga cepat termetabolisme nantinya.
baiklah terima kasih atas jawaban yang jelas dan padat oleh saudari, saya dapat menyimpulkan bahwa proses metabolisme obat di dalam tubuh manusia terjadi dalam beberapa fase, dimana pada kondisi obat yang tidak langsung termetabolisme sempurna pada fase 1 akan dimetabolisme lagi di fase 2 untuk bisa menghentikan kerja obat dan kemudian di eksresikan, kondisi ini pula yang terjadi pada prodrug yang di aktifkan oleh enzin biotransformasi akan di metabolisme lagi pada fase lanjutan guna mengurangi efek toksik dan menghentikan kerja obat. Kemudian juga dalam usaha percepatan metabolisme dapat dilakukan modifikasi secara kimiawi dengan proses kompleksasi yaitu menggabungkan 2 senyawa untuk meningkatkan kelarutan obat.
Hapus